Tampilkan postingan dengan label Wanita Terindah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wanita Terindah. Tampilkan semua postingan

Menjadi Wanita terindah

Sabtu, 14 April 2012
Kamu mungkin permata biru yang memancarkan keindahan.
Atau buliran mutiara yang mengaurakan kemewahan..
Juga batuan delima yang menebarkan keteduhan..
Namun, sedahsyat apapun kepermaian yang ditorehkan perhiasan-perhiasan tersebut,
keshalihatan seorang mar'ah,
adalah yang terindah..

Kecantikan seorang wanita,
bukanlah semata keindahan fisik, tapi akhlaq dan perilakunya yang utama..

Bukan pula kecantikan wajah yang melenakan,
namun ketawadhu'annya yang memikat jiwa..

Betapa semua itu akan menjadi aura yang terpancar,
dan menjadikan sosok wanita shalihah seperti mutiara..

Jadilah wanita terindah,
yang ketika memandangnya, maka semua orang akan mendecakkan nafas kekaguman,
Decak yang terderak karena aroma ketakwaan,
keinginan menjadi salah satu penduduk syurga,
Bukannya hasrat syahwat yang memikat namun membuat jiwa sekarat..


" Dunia adalah perhiasan, dan perhiasan terindah adalah wanita shalihah.. "

WANITA SHOLEHAH : Bidadari Surga Terindah

Rabu, 11 April 2012

Ia mutiara terindah dunia
Bunga terharum sepanjang masa
Ada cahaya di wajahnya
Betapa indah pesonanya
Bidadari bermata jeli pun cemburu padanya
Kelak, ia menjadi bidadari surga
Terindah dari yang ada
(hanan)
***

Pernahkah saudara-saudara melihat seorang bidadari? Bidadari yang bermata jeli. Yang kabarnya sangat indah dan jelita. Saya yakin kita semua belum pernah melihatnya. Kalau begitu mari kita ikuti percakapan antara Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam dan Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha tentang sifat-sifat bidadari yang bermata jeli.
—-
Imam Ath-Thabrany mengisahkan dalam sebuah hadist, dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, dia berkata, “Saya berkata, ‘Wahai Rasulullah, jelaskanlah kepadaku firman Allah tentang bidadari-bidadari yang bermata jeli’.”

Beliau menjawab, “Bidadari yang kulitnya putih, matanya jeli dan lebar, rambutnya berkilai seperti sayap burung nasar.”

Saya berkata lagi, “Jelaskan kepadaku tentang firman Allah, ‘Laksana mutiara yang tersimpan baik’.” (Al-waqi’ah : 23)

Beliau menjawab, “Kebeningannya seperti kebeningan mutiara di kedalaman lautan, tidak pernah tersentuh tangan manusia.”
Saya berkata lagi, “Wahai Rasulullah, jelaskan kepadaku firman Allah, ‘Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik’.” (Ar-Rahman : 70)

Beliau menjawab, “Akhlaknya baik dan wajahnya cantik jelita”

Saya berkata lagi, Jelaskan kepadaku firman Allah, ‘Seakan-akan mereka adalah telur (burung onta) yang tersimpan dengan baik’.” (Ash-Shaffat : 49)

Beliau menjawab, “Kelembutannya seperti kelembutan kulit yang ada di bagian dalam telur dan terlindung kulit telur bagian luar, atau yang biasa disebut putih telur.”

Saya berkata lagi, “Wahai Rasulullah, jelaskan kepadaku firman Allah, ‘Penuh cinta lagi sebaya umurnya’.” (Al-Waqi’ah : 37)

Beliau menjawab, “Mereka adalah wanita-wanita yang meninggal di dunia pada usia lanjut, dalam keadaan rabun dan beruban. Itulah yang dijadikan Allah tatkala mereka sudah tahu, lalu Dia menjadikan mereka sebagai wanita-wanita gadis, penuh cinta, bergairah, mengasihi dan umurnya sebaya.”

Saya bertanya, “Wahai Rasulullah, manakah yang lebih utama, wanita dunia ataukah bidadari yang bermata jeli?”

Beliau menjawab, “Wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidadari yang bermata jeli, seperti kelebihan apa yang tampak daripada apa yang tidak tampak.”

Saya bertanya, “Karena apa wanita dunia lebih utama daripada mereka?”

Beliau menjawab, “Karena shalat mereka, puasa dan ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakkan cahaya di wajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutera, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuning-kuningan, sanggulnya mutiara dan sisirnya terbuat dari emas. Mereka berkata, ‘Kami hidup abadi dan tidak mati, kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali, kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali, kami ridha dan tidak pernah bersungut-sungut sama sekali. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya.’.”

Saya berkata, “Wahai Rasulullah, salah seorang wanita di antara kami pernah menikah dengan dua, tiga, atau empat laki-laki lalu meninggal dunia. Dia masuk surga dan mereka pun masuk surga pula. Siapakah di antara laki-laki itu yang akan menjadi suaminya di surga?”

Beliau menjawab, “Wahai Ummu Salamah, wanita itu disuruh memilih, lalu dia pun memilih siapa di antara mereka yang akhlaknya paling bagus, lalu dia berkata, ‘Wahai Rabb-ku, sesungguhnya lelaki inilah yang paling baik akhlaknya tatkala hidup bersamaku di dunia. Maka nikahkanlah aku dengannya’. Wahai Ummu Salamah, akhlak yang baik itu akan pergi membawa dua kebaikan, dunia dan akhirat.”
—-
Sungguh indah perkataan Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam yang menggambarkan tentang bidadari bermata jeli. Namun betapa lebih indah lagi dikala beliau mengatakan bahwa wanita dunia yang taat kepada Allah lebih utama dibandingkan seorang bidadari. Ya, bidadari saudaraku.

Sungguh betapa mulianya seorang muslimah yang kaffah diin islamnya. Mereka yang senantiasa menjaga ibadah dan akhlaknya, senantiasa menjaga keimanan dan ketaqwaannya kepada Allah. Sungguh, betapa indah gambaran Allah kepada wanita shalehah, yang menjaga kehormatan diri dan suaminya. Yang tatkala cobaan dan ujian menimpa, hanya kesabaran dan keikhlasan yang ia tunjukkan. Di saat gemerlap dunia kian dahsyat menerpa, ia tetap teguh mempertahankan keimanannya.

Sebaik-baik perhiasan ialah wanita salehah. Dan wanita salehah adalah mereka yang menerapkan islam secara menyeluruh di dalam dirinya, sehingga kelak ia menjadi penyejuk mata bagi orang-orang di sekitarnya. Senantiasa merasakan kebaikan di manapun ia berada. Bahkan seorang “Aidh Al-Qarni menggambarkan wanita sebagai batu-batu indah seperti zamrud, berlian, intan, permata, dan sebagainya di dalam bukunya yang berjudul “Menjadi wanita paling bahagia”.

Subhanallah. Tak ada kemuliaan lain ketika Allah menyebutkan di dalam al-quran surat an-nisa ayat 34, bahwa wanita salehah adalah yang tunduk kepada Allah dan menaati suaminya, yang sangat menjaga di saat ia tak hadir sebagaimana yang diajarkan oleh Allah.

Dan bidadari pun cemburu kepada mereka karena keimanan dan kemuliaannya. Bagaimana caranya agar menjadi wanita salehah? Tentu saja dengan melakukan apa yang diperintahkan Allah dan menjauhi segala laranganNya. Senantiasa meningkatkan kualitas diri dan menularkannya kepada orang lain. Wanita dunia yang salehah kelak akan menjadi bidadari-bidadari surga yang begitu indah.

Duhai saudariku muslimah, maukah engkau menjadi wanita yang lebih utama dibanding bidadari? Allah meletakkan cahaya di atas wajahmu dan memuliakanmu di surga menjadi bidadari-bidadari surga. Maka, berlajarlah dan tingkatkanlah kualitas dirimu, agar Allah ridha kepadamu

WANITA TERINDAH

Bismillahirrahmanirrahim..


Berbicara masalah wanita,yang ada di pikiran kita adalah berbagai macam hal yang indah,menarik, bahkan anugrah. Atau mungkin tak menutup kemungkinan Anda akan berfikir sebaliknya.. Nah lho..ada apa dengan wanita ??
“ Dunia adalah Perhiasaan,sebaik-baiknya perhiasaan adalah wanita Shalihah ( Hr. Muslim )
Menyikapi hadits di atas tentu saja gambaran seorang wanita menjadi sesuatu yang menarik,bukan lah emas permata,bukan pula sebuah berlian 100 karat sekalipun yang menjadi sebuah perhiasaan terindah. Namun Wanita Shalihah yang menjadi wanita terindah.
Menjadi Wanita shalihah tentu menjadi dambaan setiap muslimah bahkan sudah terpatri dalam jiwa tiap wanita. Dien yang sempurna ini tentu sangat menghargai bahkan memuliakan sosok terindah yakni wanita.
Posisi menjadi anak,istri dan ibu dalam penetapan fitrahnya seorang wanita,tentu wanita shalihah pun menjadi dambaan Laki-laki. Sosok shalihah yang taat pada agamanya sudah menjadi gambaran utuh seorang laki-laki yang kelak akan menjadi imam,yang akan mengantarnya dan tentu akan menemaninya saat menggapai jannahNya.
Wanita shalihah adalah wanita terindah yang kelak mengisi surgaNya. Dengan segala keindahannya saat dia berada di dunia,dengan shalatnya,puasanya, ketaatan pada suaminya dan segala ketaatannya pada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Begitu pula ketika dia berada di surgaNya,kemuliaannya melebihi bidadari surgawi,karna apa-apa yang dia lakukan ketika di dunia. Maka dialah yang akan menjadi bidadari terindah.
Wanita shalihah,kehadirannya tentu saja akan menjadi warna tersendiri . Dengan akhlaknya dia mampu menjaga kehormatannya melalui jilbabnya. Dengan kelembutannya,dia mampu menjadi sosok yang terlindungi. Dengan kepatuhanya pada orang tua,tentu dia akan menjadi sosok yang membanggakan orang tuanya,dia akan menjadi sosok yang kelak selalu mendoakan kedua orang tuanya. Dengan ketaatannya pada suami,dia akan menjadi sosok istimewa sebagai penyejuk suaminya,penjaga harta suaminya,dan pengemban amanah yang luar biasa bagi keluarganya. Dengan kelembutannya,dia akan menjadi sesosok malaikat di hati anak-anaknya,sebagai pelindung terbaik bagi anak-anaknya.
Wanita terindah adalah sosok shalihah yang menjadi mujahidah pengemban kemuliaan yang di berikan Allah Azza Wa Jalla. Dia tak akan pantang membela agamanya dan bangga terhadap agamanya.
Begitu indah menjadi wanita terindah,begitu lebar pintu surga terbuka untuknya,dengan tiket masuk sebuah ketaatan dan kepatuhan padaNya.
Jadilah wanita terindah yakni wanita shalihah. Yang padanya ada kesejukan dunia untuk ladang keindahan akhirat. Yang padanya ada kemuliaan untuk menjaga dan memelihara dirinya dalam naunganNya.